Merdeka adalah pilhan sadar setiap anak bangsa jika kita tidak ingin mereduksi nilai-nilai kemerdekaan yang telah kita tanam selama ini. Tiada negara dan bangsa manapun yg tidak menginginkan kemerdekaan yang merupakan hak seluruh umat manusia di muka bumi ini. Namun tetap saja penjajahan di segala bidang, penindasan bahkan pembataian selalu ada hampir di setiap sudut dunia. inikah peradapan manusia....?
Nah.. bagaimanakah dengan negeri kita tercinta ini. Sekilas memang kita telah terbebas dari penjajahan secara fisik oleh yg kita sebut orang asing. Bahkan kemerdekaan ini di rebut oleh founding father kita dengan darah dan pengorbanan nyawa. Ingat kemerdekaan bangsa ini bukan hasil pemberian atau hadiah, tapi adalah hasil perjuangan dan pengorbanan yang tak kenal lelah dengan patriotisme yang melekat di dada pejuang kita dahulu.
tapi saudaraku.. jika saja hari ini pejuang-pejuang itu dapat melihat dan merasakan keadaan dan kondisi bangsa ini hari ini, tentu mereka akan sedih bahkan menangis. Kenapa ? saya yakin kita hampir punya jawaban yang sama tentang jawabannya.
Ingat kawan.. sudah setengah abad lebih bangsa ini merdeka, tapi yang namanya penderitaan, kelaparan, penindasan, bahkan penjajahan-penjajahan itu sendiri kini hadir kembali walau dalam wujud yang berbeda kawan... dan yang lebih menyakitkan adalah justru penjajah itu lahir dari bangsa ini, penjajah itu adalah anak negeri ini, dan penjajah itu adalah para pemimpin bangsa ini sendiri. Sangat menyedihkan sekaligus menyakitkan, jika kemerdekaan ini di dapati dengan darah merah anak bangsa ini, justru penikmat kemerdekaan ini adalah penjajah-penjajah anak bangsa sendiri yang pongah dan sombong.
Di saat busung lapar masih terlihat di sudut negeri ini maka di sana ada anak-anak para penjabat pesta dengan mewah menghabiskan miliaran rupiah, dan di saat anak-anak di negeri ini mengalami gizi buruk akibat pemiskinan, sekali lagi pemiskinan bukan kemiskinan di saat itu pula para pejabat dan pemimpin negeri ini pesta pora di hotel2 berbintang dalam dan luar negeri. Lihat rumah mereka, mewah dan ada dimana-mana dengan fasilitas yang serba ada. Ini bukan syirik kawan, tapi adalah rasa yang sudah becampur dengan kegeraman-kegeraman sosial.
Kemana nurani mereka, kemana rasa mereka atau mereka memang sudah mati rasa. Inikah yang kita sebut dengan kemerdekaan... ??? tertawa lirih entah apa yang harus ter ucap lagi. Masih adakah di antara mereka yang baik..? tentu ada kawan tapi mereka tidak mampu mengalahkan hegemoni penguasa yang lebih dominan.
bangkit lah, mencoba untuk sedikit memahami nilai kebangsaan se dari dini, mungkin adalah merupakan usaha dari sebuah perwujudan untuk mencapai bangsa yang benar-benar merdeka di kemuadian hari.
Pertanyaanya adalah dengan apa kita melawan penjajah-penjajah itu yang merupakan anak bangsa ini sendiri..??? sudah 5 kali pergantian pucuk kepemimpinan di negeri kita ini, tapi yang namanya hakikat kemerdekaan justru semakin jauh dari rakyat negeri.
Ada cara lainkah ...? Untuk mu pemuda ku tunggu jawaban darimu..
Sekali lagi perlawanan terhadap penjajah harus terus di kumandangkan, dan saya yakin perlawanan dan perubahan itu akan lahir dari sebuah kekuatan minoritas..
so go ahead youngers...
by gingga biru
Selasa, 18 Maret 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar