Minggu, 09 Maret 2008

Pinter dan Bodoh

Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya
di bisnis.
Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus
rekrut orang Pintar.
Walhasil Bosnya orang pintar adalah
orang bodoh.

Orang bodoh sering melakukan kesalahan,
maka dia rekrut orang pintar yang tidak
pernah salah untuk memperbaiki yang salah.
Walhasil orang bodoh memerintahkan orang
pintar untuk keperluan orang bodoh.

Orang pintar belajar untuk mendapatkan
ijazah untuk selanjutnya mendapatkan kerja.
Orang bodoh berpikir secepatnya
mendapatkan uang untuk membayari
proposal yang diajukan orang pintar.

Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato,
maka disuruh orang pintar untuk membuatnya.

Orang bodoh kayaknya susah untuk lulus
sekolah hukum (SH).
Oleh karena itu orang bodoh
memerintahkan orang pintar untuk membuat
undang-undangnya orang bodoh.

Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual
omongan, sementara itu orang pintar percaya.
Tapi selanjutnya orang pintar menyesal
karena telah mempercayai orang bodoh.
Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada
di atas.

Orang bodoh berpikir pendek untuk
memutuskan sesuatu dipikirkan
panjang-panjang oleh orang pintar,
walhasil orang orang pintar menjadi
staffnya orang bodoh.

Saat bisnis orang bodoh mengalami
kelesuan, dia PHK orang-orang pintar
yang berkerja.
Tapi orang-orang pintar DEMO, Walhasil
orang-orang pintar meratap-ratap" kepada
orang bodoh agar tetap di berikan pekerjaan.

Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang
pinter akan menghabiskan waktu untuk
bekerja keras dengan hati senang,
sementara orang bodoh menghabiskan waktu
untuk bersenang-senang dengan keluarganya.

Mata orang bodoh selalu mencari apa yang
bisa dijadikan duit.
Mata orang pintar selalu mencari kolom
lowongan perkerjaan.

Bill gate (Microsoft), Dell, Hendri (Ford),
Thomas Alfa Edison, Tommy Suharto, Liem
Siu Liong (BCA group).

Adalah orang-orang Bodoh (tidak pernah
dapat S1) yang kaya.
Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk
mereka.
Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang
pintar bergantung pada orang bodoh.

PERTANYAAN :
Jadi mending jadi orang pinter atau
orang bodoh??
Pinteran mana antara orang pinter atau
orang bodoh ???
Mulia mana antara orang pinter atau
orang bodoh??
Susah mana antara orang pinter atau
orang bodoh??

KESIMPULAN:
Jangan lama-lama jadi orang pinter,
lama-lama tidak sadar bahwa dirinya
telah dibodohi oleh orang bodoh.

Jadilah orang bodoh yang pinter dari
pada jadi orang pinter yang bodoh.

Kata kunci nya adalah "resiko" dan
"berusaha", karena orang
bodoh perpikir pendek maka dia bilang
resikonya kecil,
selanjutnya dia berusaha agar resiko
betul-betul kecil.

Orang pinter perpikir panjang maka dia
bilang resikonya besar
untuk selanjutnya dia tidak akan
berusaha mengambil resiko tersebut.
Dan mengabdi pada orang bodoh.

Posted by Gingga Biru

Tidak ada komentar: