Apakah pernah terpikir oleh kita semua bahwa sejak 10 abad yg lalu,bangsa ini di pimpin oleh keturunan seorang perampok....????
Benarkah.........?????
jawabnya adalah benar.....
Adalah seorang raja besar yang mempunyai masa lalu sebagai sebagai seoarang perampok, dan perampok inilah yang nantinya menurunkan raja raja besar di jawa hingga sekarang.....
siapakah beliau.......????
KEN AROK.......nama yang begitu di kenal.....pendiri kerajaan Singasari,
seorang perampok yang di takdirkan menjadi raja,dan melalui sang Ardhanareswari,beliau menurunkan raja raja besar penguasa Nusantara,
sebut saja...nama Kertanegara...adalah satu satunya raja yg mampu mengalahkan pasukan Kubilai Khan yang tak terkalahkan dari mongol...
Raden Wijaya pendiri kerajaan besar di Nusantara,Majapahit.
Hayam Wuruk yang mampu menyatukan seluruh kawasan Nusantara...di bawah kepemimpinan sang Maha Patih Gajah Mada.
Yang menarik untuk di cermati adalah...
Meskipun keturunan mantan seorang perampok pun....para keturunan Sri Rajasanegara mampu membawa bangsa ini ke puncak kejayaan,memberikan kesejahteraan,keamanan,dan persatuan ke seluruh wilayah nusantara.
lalu.....mengapa saat ini di mana para pemimpin mengaku demokratis, beradab,beragama,nasionalis.....tetapi tidak mampu membawa kebaikan pada bangsa ini,sampai saat inipun...rakyat masih banyak yang kelaparan,bencana alam,ketidak pastian hukum...yang benar jadi salah,yang salah jadi benar.......lalu di manakah letak keberadaban,demokratis,agamis,dll........
Bangsa ini membutuhkan negarawan sejati,tidak peduli apapun latar belakangnya, pendidikanya,masa lalunya...yang terpenting adalah bagaimana membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik.........
Semoga bangsa ini menemukan seorang pemimpin sejati.......
MERDEKA INDONESIAKU...JAYALAH BANGSAKU.
Posted by merah putih
Kamis, 03 April 2008
Rajasa Wangsa
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
3 komentar:
Jika menilai seseorang dari masa lalu, bahkan dari pendahulunya, menurut saya hal itu tidaklah bijak.
Anak perampok belum tentu jadi perampok, anak ustad belum tentu jadi ustad pula.
Hati-hati kita menunjuk seseorang (menghujat), karena 4 jari yg lain menunjuk diri kita sendiri, apalagi sampai menyebutkan namanya... tidak kah kita berkaca siapa diri kita ini? kita hanyalah manusia biasa yang ingin di cap sebagai mahluk tuhan yang mengabdi padanya, tapi apa yg sering kita lakukan. telitilah setiap detik waktu, berapa kali kau menghirup nafasmu, berapa pemandangan yg sudah kau lihat dengan matamu? berapa kata-kata yg sduah kau keluarkan yg membuat orang tersenyum senang atau menangis? apa yg sudah kau syukuri dalam hitungan hari?
Akh.. sudahlah, tak perlu komentar yg aneh lagi.
Intinya saya setuju, bahwa kita butuh pemimpin yg arif, adil dan bijaksana.
tapi pertanyaannya: sudahkah kita memimpin diri kita sendiri?
terimakasih Sdr Donz untuk kritiknya,dan saya sudah edit postin nya...
senang sekali membaca koment anda...saya sangat menghargai.
dan betul apa yang anda katakan...anak seorang perampok..belum tentu perampok,...saya ingin bertanya....
lalu..politikus kita,elite kita,pemerintah kita....itu anak dari seorang apa yaach.....
kok bisa jadi koruptor,menjajah bangsa sendiri....
aku sendiri bingung..........
dan kepada sdr donz..mohon kalau anda punya tulisan,saran,kritik,bisa di kirimkan ke e mail saya..
terimakasih
Salam Perjoeangan
Kalu dulu diawali dari perampok berakhier jadi "ustadz"
Ken Arok tadinya maling, begitu jadi raja maka dia buat makmur negeri dan rakyatnya, jadilah dia "ustadz" (dalam tanda kutip)
Kalu sekarang, Tadinya alim, santun, sok ustadz, jadi pejabat, lalu nyolong, salah gunakan jabatan dan kekuasaan, maka jadilah dia perampok (tanpa tanda kutip
Posting Komentar